Bab 15 Orang Yang Tidak Jelas Asal-Usulnya

Begitu mendengar wanita ini memanggil dengan sebutan 'Kakek', semua orang langsung bereaksi. Ternyata ini cucu keluarga Su yang lain. Ayahnya adalah putra tertua dari Keluarga Su yang masuk penjara.

Meskipun mereka tidak berbicara, tetapi Emily dapat melihat kata-kata ini tertulis jelas di wajah mereka.

"Untuk apa kamu kemari!" Thomas mengerutkan kening. Lipatan di antara alisnya terlihat sangat jelas, dia sangat enggan melihat Emily saat ini.

Sonia tiba-tiba bangkit berdiri, "Emily mungkin datang untuk mencariku. Kita bicara di luar saja." Setelah mengatakannya, dia berjalan menghampiri Emily.

Emily menghindari tangan Sonia yang terulur untuk menariknya, suaranya dingin, "Aku kemari untuk mencari Kakek."

Tangan Sonia dengan canggung berada di udara. Dia menoleh untuk menatap pada Thomas dengan polos lalu kembali pada Emily dengan tak berdaya, "Emily, jangan seperti ini. Tak peduli bagaimana pun..."

Suara Thomas penuh dengan kemarahan, "Katakan saja apa keperluanmu!"

Thomas selalu menyayangi Sonia karena dia merasa Sonia adalah anak yang patuh, pengertian, cantik dan juga cerdas. Ditambah lagi Sonia adalah calon menantu dari Keluarga Gong. Hal ini membuatnya semakin menyukai Sonia.

Berbeda dengan Emily. Tidak ada satu pun hal yang baik dari dirinya, sedari kecil selalu membuat masalah. Prestasinya biasa-biasa saja, terlihat seperti anak yang tidak mendapatkan didikan dari keluarga. Dia hanya bisa membuat malu Keluarga Su.

"Tuan Besar Su, kami pamit terlebih dahulu."

"Tiba-tiba terjadi sesuatu di rumahku..."

Semua orang yang berada di ruangan itu sangat tahu diri, melihat Pria Tua Su akan berurusan dengan masalah internal keluarganya, semua pamit untuk pergi.

Setelah semua orang sudah pergi, Thomas berteriak pada Emily, Masalah apa, cepat katakan!"

Emily menyerahkan buku nikahnya di hadapan Thomas, "Kakek, permintaanmu sudah aku kabulkan. Bukankah sekarang saham ayahku sudah boleh diberikan untukku?"

Thomas memandang buku nikah di depannya, lalu memandang Emily, "Kamu benar-benar sudah menikah?"

Emily mengangguk, "Iya."

Mendapatkan jawaban tegas dari Emily, kening Thomas semakin berkerut. Ternyata masih ada orang yang mau menikahi anak ini! Wajah Thomas penuh dengan keraguan.

Cucu perempuannya ini memang cantik, namun reputasinya buruk. Masyarakat kelas atas adalah orang-orang yang menomorsatukan harga diri, Thomas yakin tidak akan ada orang yang akan menikahi Emily maka dia memberikan syarat seperti itu. Pada akhirnya, anak ini benar-benar bisa menikah.

Melihat Thomas sibuk dengan pikirannya sendiri sambil mengerutkan kening, Emily takut bahwa Thomas akan mengingkari janjinya, dia segera menambahkan, "Bisakah Kakek bisa menepati ucapan kakek sekarang?"

Pada saat ini, Sonia berjalan ke arah mereka. Dia membuka buku nikah itu dan melihat nama yang tidak asing baginya, sudut bibinya menunjukkan senyum penuh makna.

Kemudian dia mendongak dan berkata pada Thomas, "Kakek, aku mengenal suami Emily ini."

Thomas mendengar ini, segera bertanya, "Anak dari keluarga mana?"

Dia bukan mengkhawatirkan Emily menikah dengan siapa, hanya ingin tahu apakah pernikahan Emily itu akan menguntungkan bagi Keluarga Su atau tidak.

"Dia baru saja kembali dari luar negeri, aku belum pernah mendengar tentang dia sebelumnya. Aku juga tidak tahu apa pekerjaannya, dan dia sedikit..."

Sonia terdiam, berbalik untuk menatap Emily. Emily tertegun, dia tahu apa yang akan dikatakan selanjutnya oleh Sonia.

"Pria ini adalah pria yang ada di foto itu. Jika Kakek tidak percaya, boleh meminta Emily untuk membawanya kemari. Kemarin aku sempat melihat mereka berbelanja bersama."

Suara Sonia begitu lembut, membuat Thomas yang mendengarnya segera tersadar. Kemudian dia mengangkat tangannya untuk membanting sebuah gelas ke lantai.

Dia menatap Emily sambil menggelengkan kepalanya, "Kukira kemarahanku hari itu dapat membuatmu sedikit tersadar, tak disangka kamu masih bersikeras untuk berada di jalan yang salah. Bagaimana bisa aku membesarkan seorang cucu sepertimu? Demi mendapatkan saham, kamu bahkan menikah dengan orang yang tidak jelas asal usulnya!"