Bab 46 Aku Menemanimu Jalan-Jalan

"Presiden dan nyonya...." Isabel menghabiskan sopnya, dan tidak tahan untuk menanyakannya :"Apa yang akan kamu lakukan?"

"Bisa bagaimana lagi?" Ravindra tersenyum kecil, menundukkan kepala dan mendorong sepiring makanan ke arah Isabel, pengurus rumah tangga juga langsung mengambil makanan itu ke depan Isabel.

Isabel diam-diam memakan makanan yang ada di piring itu, setelah Ravindra melihatnya, dirinya juga sedikit bahagia.

"Kalau tidak, aku pergi mencobanya. Sebenarnya aku rasa nyonya ada sedikit menyukaiku, manatau, kita bisa menyelesaikan semua ini dari pihak nyonya?" Isabel berpikir keras, kemudian dengan berani berkata :"Masalah ini, awalnya juga berhubungan denganku, kalau masalah ini dikacaukan karena aku, aku juga akan sangat sedih."

"Berusaha secukupnya saja, jangan terlalu memaksakan diri." Awalnya Ravindra ingin menolaknya, tetapi setelah dipikir-pikir, kalau sekarang Isabel mempunyai waktu luang, maka dia takut dirinya akan berpikir bukan-bukan, lebih baik membuatnya sibuk, dengan begitu Isabel juga tidak akan berpikir sembarangan."

Setelah pengurus rumah tangga mendengar perkataan Isabel, matanya juga terlintas sedikit kebahagiaan, dia pun berbalik dan berjalan meninggalkan ruang makan.

Makan malam ini, kedua orang juga makan dengan sangat damai dan tenang.

Setelah selesai makan, juga tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan.

Menurut kebiasaan Isabel, kalau sedang di rumah, saat ini dirinya juga sudah bersiap-siap untuk tidur.

Jadi, sewaktu Isabel berdiri, dirinya juga segera berjalan ke arah kamar.

"Hari ini sudah tidur siang begitu lama, apakah malam ini kamu bisa tidur lagi?" Ravindra dengan anggun menerima sapu tangan yang diberikan oleh pelayan wanita, dia juga mengelap sudut mulutnya dan berkata :"Kamu pertama kali datang ke Kota S kan? Ayo, aku bawa kamu pergi jalan-jalan ke sekitar."

Setelah selesai mengucapkan kata ini, mata Ravindra juga terlintas sedikit sinar, kemudian dia sambung berkata :"Jalan-jalan, tenangkan hatimu, baik untuk pertumbuhan anak."

Tidak tahu mengapa, setelah Ravindra mengatakan mengatkan ucapan itu, dirinya juga malu.

Tetapi mata Isabel malah terlintas perasaan lega.

Betul, dia baik padanya, sebenarnya karena dia baik pada anaknya.

Dirinya hanya mendapat perhatian khusus karena anaknya.

Dia sudah tidur selama satu harian, memang tidak sanggup untuk tidur lagi. Kalau begitu, dia juga pergi jalan-jalan bersamanya.

Berpikir sampai sini, Isabel baru menganggukan kepalanya.

Melihat Isabel yang mengangguk kepala, mata Ravindra juga terlintas perasaan bahagia.

Boleh dibilang ini pertama kali mereka keluar jalan-jalan setelah mereka menikah.

Isable mengganti baju, kemudian mengambil tas yang sudah disediakan oleh asistennya, sewaktu dia keluar pintu, dia juga melihat Ravindra dengan perlahn-lahan menyetir mobil ke depan pintu.

Ravindra membalik kepala, dan tersenyum padanya.

Pengurus rumah tangga membuka pintu mobil untuk Isabel, setelah Isabel mengucapkan terima kasih, dia juga menaiki mobilnya.

Pagani zondacinqueroadster, di dunia ini hanya ada 5 buah, Ravindra ada satu!

Mata Isabel seketika juga bersinar terang.

"Suka mobil?" Ravindra tidak melewati pandangan kekaguman yang keluar dari mata Isabel :"Ada SIM?"

"Tidak ada." Isabel mengigit bibirnya berkata :"Barang yang cantik, asalkan orang, pasti menyukainya. Mobil ini, benar-benar sangat cantik! Aku ingat dulu sewaktu aku bekerja di perusahaan, pernah mendengar teman kantor membicarakannya."

"Sepertinya kamu juga mengerti banyak." Ravindra menyetir mobil, mulutnya juga membentuk senyuman, dengan perlahan-lahan membawa Isabel keluar.

Kecepatan Ravindra juga tidak dibilang cepat, asalkan dia bersama dengan Isabel, dia juga membiasakan dirinya untuk menstabilkan kecepatan mobilnya.

Isabel sambil merasakan angin dingin malam hari, sambil menikmati pandangan malam di kedua sisi jalan, hatinya pelan-pelan menjadi lebih baik.

Mobil yang begitu mewah, sewaktu memasuki daerah kota, mobil ini juga menarik semua perhatian pengunjung dan jeritan orang-orang.

Orang yang mengerti merek mobil ini juga terus mendesah terkejut, tangan mereka tidak berhenti untuk memotretnya.

Wanita yang ada di jalanan malah lebih iri dengan Isabel yang sedang duduk di dalam mobil.

Mobil dengan nilai selangit, seumur hidup hanya duduk sekali juga sudah puas.

Ravindra melihat ada orang yang mulai memotret, dirinya baru perlahan-lahan menambah kecepatan, membuang semua orang yang mengikutinya dan memotretnya.

"Ada merek yang kamu suka?" Ravindra sambil menyetir sambil bertanya pada Isabel :"Banyak merek ternama di Kota S mempunyai mobil dengan kecepatan paling cepat."

"Bagaimana kamu bisa tahu?" Isabel dengan penasaran bertanya.

"Karena, Kitadara Finance Group juga mempunyai merek di bidang ini!" Ravindra seketika juga tertawa.

Isabel juga terdiam untuk sesaat, iya, bagaimana mungkin dia melupakan masalah ini?

Anak perusahaan Kitadara Finance Group di bidang fashion SE adalah salah satu diantara 10 merek ternama di dunia, adalah merek yang diinginkan oleh semua orang.

Setiap kali ada barang baru keluar, hari itu pasti menjadi hari dimana semua orang berebut.

Isabel selalu merasa otak orang-orang itu pasti sudah rusak, hanya untuk membeli sebuah baju terkenal di musim itu, mereka juga rela mengantri dari tengah malam, bahkan ada orang yang rela membayar harga berkali lipat dari pembeli lain.

Tetapi Isabel tidak peduli dengan semua ini, jadi dia hanya tersenyum dan berkata :"Lumayan, di rumah juga sudah ada."

Jari-jari panjang Ravindra juga dengan ringan mengetuk setir mobil yang dibuat dari kulit terbagus, setelah berpikir-pikir, dia juga membalikkan setior mobilnya, kemudian berbalik dan mengarah ke toko yang berada di bawah perusahaannya.

"Lain hari kamu pergi belajar menyetir, setelah mendapatkan SIM, kalau kamu menyukai mobil ini, maka ambillah." Sewaktu Ravindra turun dari mobil, dia juga mengatakannya dengan lembut kepada Isabel, nadanya seperti sedang mengatakan sesuatu yang sangat tidak penting.

Topik yang tidak begitu penting di mata Ravindra, hampir saja membuat Isabel kehilangan nyawa!

Ini adalah Pagani zondacinqueroadster! Mobil ini pasti merupakan koleksi pribadi Ravindra?

Dirinya tidak berani mengambil!

Sewaktu Ravindra membawa Isabel datang ke toko mereka, manajer toko juga hampir mati dibuat terkejut oleh kedatangan mereka!

"Dir...direktur...."Manajer tokonya juga adalah manajer toko di Kota S, tetapi setelah melihatnya, saat berbicara juga menjadi gagap!

Walaupun dia tahu direktur sudah kembali ke pusat, tetapi dia tidak tahu bahwa Ravindra bakal datang ke toko SE!

Karena toko SE yang bergerak di bidang pakaian hanyalah sebuah anak perusahaan Kitadara Finance Group yang sangat kecil, satu toko kecil juga tidak begitu penting sesampai direktur harus datang langsung!

Ravindra berjalan masuk, membuat mata semua orang yang berada di toko dalam sejenak juga terang.

Manajer toko segera membawa beberapa karyawan berjalan maju dan menyambutnya :"Direktur."

Mereka tidak mengenal Isabel, jadi mereka juga tidak memanggil Isabel.

Karyawan di Kitadara Finance Group, semua sangat pintar berbicara.

Kalau mereka salah berbicara, maka seumur hidup ini juga jangan bekerja lagi.

"Ya, model baru musim ini...." setelah Ravindra selesai mengatakan ucapan ini, dia juga berbalik melihat Isabel, saat pandangannya mengamati tubuh Isabel, dirinya tanpa sadar juga membeku, suaranya dengan tenang berkata :"Ukuran paling kecil, semua dibungkus."

"Baik, direktur." Manajer toko langsung memesan para karyawan untuk melaksanakannya.

Walaupun mereka tidak tahu status Isabel, tetapi saat ini mereka sangat iri padanya.

Tidak peduli status apa, bisa berdiri di sisi direktur, dan bisa mendapatkan perhatian yang begitu dalam dari direktur.

Ya Tuhan, walaupun hanya satu hari, seumur hidup ini juga sudah sangat puas.

"Lihatlah, masih ada barang yang kamu suka? Lantai satu pakaian, lantai dua tas, lantai tiga sepatu." Ravindra menundukkan kepala dan berkata pada Isabel :"Jarang-jarang kita bisa keluar jalan-jalan, apa yang kamu suka juga langsung ambil, sama sekali tidak usah memikirkan uangku."

Kalau bilang, perlakuan tadi membuat iri sekelompok wanita, maka perkataan ini, juga sudah membuat semua wanita iri sampai ingin menjerit!

Siapa wanita ini sebenarnya? Mengapa direktur begitu baik padanya!

Ya Tuhan, benar-benar sangat sulit dipercaya!

Direktur yang sama sekali tidak dekat sama semua wanita, bisa-bisanya mengatakan kata yang lembut seperti ini!

Isabel tahu Ravindra berbuat begitu juga untuk menyenangkan perasaannya saja, setelah dipikir-pikir dia juga berkata :"Baiklah, kalau begitu aku juga pilih dengan sepuasnya."

Ravindra dengan tersenyum menganggukkan kepala :"Merek lain juga boleh."

Isabel tersenyum kecil dan menganggukkan kepala, kemudian dia juga mulai berjalan.

Dibelakangnya ada 2 orang karyawan yang sudah dilatih dengan sangat profesional, mereka dengan lembut menjelaskan semua tipe baju ke Isabel.

Isabel hanya mendengarnya saja, dan tidak mengatakan dia ingin mencobanya.

Tiba-tiba, pandangan Isabel jatuh ke sebuah kemeja biru muda.

Isabel tiba-tiba teringat, sewaktu dirinya menangis di kantor pada siang ini, dia juga sudah mengotori kemeja Ravindra dengan sangat parah.

Isabel langsung menunjuk kemeja itu dan berkata :"Turunkan baju itu....Ravi, kamu pakai ukuran apa?"

Setelah mendengar ucapan Isabel, kedua karyawan yang berada di belakangnya juga membesarkan kedua mata mereka!

Dia memanggil direktur mereka.....Ravi?

Dia berani memilih kemeja untuk direktur mereka dari tokonya sendiri?

Dan juga, kemeja ini juga bukanlah model baru musim ini, melainkan model tahun lalu!

Bagaimana mungkin direktur memakai model tahun lalu?

Tetapi yang membuat semua orang terkejut adalah, Ravindra dengan senang menjawab :"Mereka semua tahu ukuranku, pergi cari ukuran yang cocok denganku, aku mau mencoba baju ini!"

Ini adalah pertama kalinya Isabel membeli baju untuknya!

Ehhh....walaupun, ini adalah tokonya sendiri.

Tetapi hati Ravindra merasakan kesenangan yang tidak bisa dideskripsikan.

Kaki karyawan dan manajer toko juga sudah mulai lemah!

Ya Tuhan, mereka pasti sudah bertemu siluman!

Direktur mereka tersenyum!

Tetapi, manajer memang manajer, dia mempunyai pengalaman yang banyak, dia adalah orang pertama yang bereaksi, kemudian dengan cepat mencari kemeja biru muda ini, dan dengan sopan memberikannya ke Ravindra.

Ravindra juga tidak ada maksud menghindar, di depan semua orang, dia juga langsung melepas bajunya, dan memakai kemeja yang dipilih oleh Isabel untuknya.

"Se-----" semua wanita yang ada di sana juga dengan malu-malu melihat Ravindra.

Jelas-jelas tidak berani melihat, tetapi tidak rela kalau tidak melihat!

Terlalu sempurna!

Tubuhnya itu, begitu sempurna seperti dewa matahari Apollo!

Ravindra berdiri di depan Isabel, menundukkan kepala dan bertanya padanya :"Bagus tidak?"

"Emm, bagus." Isabel dengan jujur menjawabnya.

Sebenarnya, tidak peduli apapun yang dipakai Ravindra juga selalu akan bagus.

Wajah yang ganteng, tubuh yang sempurna. Anggun dan mewah, mempunyai aura yang begitu kuat.

Pria seperti ini walaupun memakai karung goni juga tetap akan ganteng?

Setelah Ravindra mendengar pendapat Isabel, seketika dia dengan semangat berkata pada manajer toko :"Aku pakai kemeja ini saja."

Awalnya manajer toko ingin mengingatkan direktur bahwa kemeja ini adalah model tahun lalu....tetapi setelah dia melihat ekspresi bahagia direktur, kalau dia masih mengatakan kata itu, maka dirinya pasti akan mati kan?

Manajer toko dengan diam-diam berdiri di samping.

Isabel mengangkat kepala, melihat kerah baju Ravindra sepertinya tidak rapi, jadi dia juga berjinjit dan merapikan kerah baju Ravindra.

Dengan begitu Ravindra juga melemaskan tangannya, dan menundukkan kepala untuk memandang Isabel.

Pandangan tikus kecil saat ini....

Disaat Ravindra ingin mmebuka mulut untuk berbicara, dari kejauhan terdengar satu suara :"Ya, begitu kebetulan! Direktur Ravindra, tidak menyangka akan bertemu denganmu disini!"

Setelah Isabel mendengar suara ini, dia dengan pelan-pelan berbalik badan, kemudian dia juga melihat orang familiar yang sudah berdiri di depan dirinya dan Ravindra.