Bab 45 Pertama Kali Tertidur Dalam Pelukannya

Walaupun suhu AC yang berada di kamar sangat nyaman, tetapi Isabel masih merasakan punggungnya berkeringat.

Karena, yang hanya mengalir ke badannya bukan hanya suhu tubuh Ravindra, tetapi aroma hormon yang kuat juga mengalir ke tubuhnya.

Isabel merasa jarak di antara ujung hidungnya dan dada Ravindra hanya tersisa satu jari saja, wangi sabun tubuh pria ini, dengan otomatis juga tercium ke dalam hidungnya.

Aroma pria yang sangat kuat, membuat wajah Isabel merah dalam seketika.

Dia merasakan kekakuan yang berada di dalam pelukannya, Ravindra menundukkan kepala, matanya yang panjang dengan penuh perasaan melihatnya, sejenak muncul perasaan yang begitu kental yang tidak dapat dideskripsikan.

Kalau perempuan lain melihat ekspresi wajah Ravindra sekarang, takutnya mereka semua akan menjerit dengan suara yang keras dan menggila.

Tetapi Isabel hanya dengan bingung menatapnya, sama sekali tidak mengerti perasaan kental yang mengalir dari matanya.

Walaupun tubuh Isabel mengeras dan membeku, tetapi tanpa sadar dia juga menempelkan tubuhnya ke tubuh Ravindra.

Sekarang dia semakin tidak berani bergerak lagi, karena asalkan dia sedikit bergerak, dia juga bisa merasakan tubuh Ravindra yang penuh dengan reaksi itu.

Isabel membeku sesaat, dan merasakan dirinya tidak tahan lagi.

Tetapi dia juga tidak berani bergerak, karena dia takut secara tidak sengaja menyenggol tubuh Ravindra.

Disaat dia pusing akan berbuat apa, tiba-tiba dari atas kepala terdengar suara lelah Ravindra :"Presiden dan nyonya perusahaan Korea sangat marah dengan masalah kali ini, tadi sewaktu aku pergi mencari mereka untuk menjelaskan masalah ini, sangat disayangkan aku tidak bertemu dengan mereka. Hanya asistennya yang keluar memberitahuku, bahwa pihak Korea sangat kecewa dengan kita. Nenek juga marah besar karena masalah ini."

Ucapan Ravindra dengan seketika juga mengubah fokus Isabel ke masalah lain, tubuhnya dalam sejenak juga berubah menjadi sangat lembut.

Ravindra terus berkata :"Kerja sama kali ini sangat penting buat Kitadara Finance Group, bukan hanya karena kerja sama kali ini bisa menghasilkan beberapa ribu trilliun selama satu tahun, tetapi yang paling penting adalah, asalkan bisa bekerja sama dengan perusahaan Korea, maka untuk kedepannya Kitadara Finance Group juga bisa berdiri stabil di Negara Korea, dan bisa bertanding langsung dengan perusahaan besar seperti Samsung."

Dengan cepat Isabel juga mengalihkan fokusnya ke ucapan Ravindra, bahkan dia juga melupakan dirinya harus berpura-pura tidur, dia tidak bisa bertahan dan bertanya :"Bagaimana kalau tidak berhasil?"

"Kalau gagal, maka semua projek Kitadara Finance Group yang berjalan di Korea juga akan terpengaruh. Kamu juga tahu, Kitadara Finance Group mempunyai perusahaan di banyak bidang, pakaian, alat/bahan riasan, hotel, barang elektronik, keuangan dan bangunan, semua ini juga mempunyai cabang di Korea. Kalau kerja sama kali ini gagal, maka takutnya semua cabang ini juga akan terpengaruhi." Suara Ravindra merendah, walaupun jalan selanjutnya sangat tidak menguntungkan Kitadara Finance Group, tetapi dirinya masih tetap tenang, tidak panik dan gugup.

Setelah Isabel mendengarkan ucapan Ravindra, tanpa sadar tubuhnya juga sudah sangat tenang, dengan lembek tertempel di sisi tubuh Ravindra.

Merasakan pelukan yang sangat lembut, Ravindra merasakan hatinya sedikit tergerak, lengannya tanpa sadar juga semakin erat memeluk Isabel, membuat seluruh tubuh Isabel menempel di tubuhnya, merasakan kelembutan yang maksimal.

Isabel juga merasakan pelukan di pinggangnya yang semakin erat, dia baru mau bereaksi, Ravindra juga tidak memberikannya kesempatan untuk keluar, dia terus berkata :"Jadi demi kerja sama kali ini, nenek dan aku juga termasuk sudah mengeluarkan semua usaha dan tenaga, kita sudah mempersiapkan semuanya dengan begitu lama. Tetapi tidak terpikir, bahwa semua ini hancur di saat paling penting. Nenek tadi juga berkata, kalau aku tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan sempurna, maka jabatan aku di perusahaan juga akan terancam."

"Bagaimana mungkin?" Isabel karena terkejut juga mengangkat kepalanya, Ravindra yang begitu diidolakan dan digila-gilakan oleh semua wanita di dunia ini juga memenuhi semua pandangannya.

Walaupun seharian ini dia begitu sibuk sampai bawah dagunya sudah bermunculan janggut-janggut kecil, tetapi ini sama sekali tidak mempengaruhi penampilannya yang ganteng, tetapi malah menambah keseksian pada dirinya.

"Bagaimana tidak mungkin? Istriku, sebenarnya kamu tahu atau tidak sekarang suamimu sedang menghadapi tekanan yang sangat besar?" Ravindra tersenyum kecil, seperti sepasang suami istri yang sedang bercakapan dengan lembut.

Setelah dia mengatakan ucapan ini, Ravindra pelan-pelan menundukkan kepalanya, dan bertabrakan dengan arah pandangan Isabel.

Disaat ini, kedua orang ini seperti sedikit bingung.

Ravindra merasa selain kebingungan yang terpancar dari pandangan tikus kecil ini, masih ada kekhawatiran yang muncul di matanya.

Apakah tikus kecil sedang mengkhawatirkan dia?

Sewaktu dia memikir kemungkinan ini, sejenak Ravindra pun sangat senang.

Dan Isabel malah dibekukan oleh pandangan Ravindra yang penuh dengan sinar.

Siluman, siluman besar! Siluman pria ganteng!

Semua ini dalam seketika juga bermunculan di otak Isabel.

Isabel melihat pikiran jahat Ravindra yang semakin banyak, dia juga dengan cepat menundukkan kepalanya, dan sembunyi dari pandangan Ravindra, dengan panik berkata :"Aku...aku....aku hanya istri kontrakmu, aku.....bagaimana mungkin aku bisa tahu begitu banyak masalahmu?"

Walaupun pernikahan kontrak diusulkan oleh Ravindra dulu, tetapi sekarang, Ravindra malah membenci dirinya karena mengusulkan pernikahan kontrak ini.

Kalau aku hanya menganggapmu sebagai istri kontrakku, bagaimana mungkin aku....

Disaat ini Isabel kembali sadar, sewaktu dia ingin keluar dari pelukannya, lengan Ravindra juga mengerat.

Isabel dengan pusing mengangkat kepalanya, tidak disangka dia pun melihat sepasang mata yang kecapekan.

"Hari ini aku sudah meminjamkan dadaku untukmu, sekarang gantian aku yang meminjam pelukanmu." Suara Ravindra sangat ringan berkata :"Aku tidak akan memaksamu melakukan hal itu. Aku hanya merasa seseorang terlalu kesepian, ingin mencari orang yang kesepian, dan memeluknya."

Setelah Isabel menyadari kecapekan yang terdengar dari suara Ravindra, pasti hari ini dia sudah kecapekan di depan Presiden dan nyonya?

Sewaktu di perusahaan, dia juga menemaninya berdiri begitu lama, awalnya juga sudah sangat capek, ditambah dengan sewaktu dia mengantarnya pulang, dia langsung pergi mencari Presiden dan nyonya lagi untuk meminta maaf atas kejadian hari ini....

Setelah berpikir begitu, Isabel merasa dirinya tidak sanggup untuk mendorong pelukan orang ini.

Senyuman juga mulai terbentuk di bibir Ravindra, lengannya juga kembali erat lagi, dan berkata :"Tidurlah! Sebentar lagi kita bangun untuk makan."

Belum menunggu Isabel menjawab, dia sudah mendengar suara nafas yang stabil yang berasal dari atas kepalanya.

Dengan begitu cepat sudah tertidur? Kelihatannya dirinya sudah sangat capek?

Setelah Isabel menunggu Ravindra tertidur, dia juga pelan-pelan menenangkan dirinya.

Tidak tahu apakah pelukan Ravindra yang membuatnya merasa sangat aman, atau mungkin hari ini dia juga sudah sangat lelah, Isabel juga pelan-pelan tertidur dan masuk ke alam mimpi.

Setelah merasakan nafas yang stabil dan badan yang melembut di pelukannya, senyuman Ravindra juga semakin membesar.

Tunggu sewaktu Isabel bangun lagi, lampu juga sudah ditutup, kamar sangat gelap.

Kasur yang begitu besar hanya tersisa dirinya seorang saja.

Tidak heran dirinya sudah bangun, pelukan dari orang yang memeluknya itu sudah hilang-----

Senyuman Isabel yang terbentuk juga terhenti seketika.

Isabel, apa yang sedang dipikirkanmu?

Kamu dan Ravindra, hanyalah 2 orang yang sangat dingin, saling memeluk untuk menghangatkan tubuh kalian.

Lebih baik jangan berharap terlalu banyak, semua itu, juga tidak patut diharapkan olehmu.

Isabel membuka lampu, kemudian memakai baju dan menuruni kasur.

Tidak lama kemudian, pelayan wanita diluar kamar juga mengetuk pintu :"Nyonya, makan malam sudah disiapkan, apakah kamu akan memakannya sekarang?"

"Baik, aku segera turun." Isabel menjawab, setelah tidur setengah harian, melewatkan makan siang, kecapekan satu hari, dirinya memang ada sedikit lapar.

Awalnya Isabel ingin mencuci tangan di kamar mandi, akhirnya sewaktu dia mengangkat kepala dia juga melihat wajahnya yang penuh dengan riasan luntur.....

Apa yang terjadi? Bagaimana dirinya.....

Dengan cepat Isabel juga sadar, tadi pagi dirinya juga merias wajahnya.

Siang hari dia menangis dengan sangat deras, pasti riasan di wajahnya juga luntur, sekarang segala jenis warna juga bermunculan di wajahnya.

Ya Tuhan, bisa-bisanya dirinya dengan wajah seperti ini tidur siang?

Yang paling menakutkan adalah, Ravindra yang sangat terobsesi dengan kebersihan itu, bisa memeluknya tertidur selama seharian?

Isabel melihat wajahnya di kaca, seketika dia juga tidak tahu bisa mengatakan kata apa.

Kemudian suara ketukan pintu juga terdengar lagi, Isabel tidak sempat mengasihani wajahnya yang kacau lagi, dengan terburu-buru dia mencuci muka, dan memakai sedikit produk perawatan kulit.

Isabel baru menyadari, bahwa produk perawatan kulit yang ada di kamar mandi adalah produk yang dipakainya di rumah.

keluarga Kitadara memang kaya.

Tidak peduli dirinya pergi kemana, barang yang dipakainya juga akan sama persis dengan barang yang dipakainya di rumah.

Dengar-dengar produk ini juga berasal dari merek ternama, dan satu set produk ini juga diciptakan dengan resep spesial para pakar kulit.

Kekayaan keluarga Kitadara sangat mengerikan, dengan sekali memesan 10 set.

Setelah dia menenangkan dirinya, dia mengangkat kepala untuk melihat wajahnya di kaca.

Untung saja, dirinya tidak begitu memalukan.

Isabel membalik badan dan turun ke bawah, baru turun sampai bawah dia juga sudah bisa menciumi aroma wangi yang berasal dari makan malamnya.

Villa di Kota S tidak sebesar rumah di Kota N, tetapi lebih cantik dibandingkan rumah Kota N.

Isabel duduk di depan meja, dia juga melihat Ravindra dengan serius sedang membaca koran, seketika dia juga tidak tahu dirinya harus mengatakan apa.

Pandangannya juga terarah ke peralatan makan, itu adalah satu set peralatan makan yang mempunyai perpaduan antara biru dan emas, warna emas dan biru, adalah warna paling mewah.

Seketika Isabel juga sangat tertarik dengan perlatan makan di depannya itu, dia tanpa sadar juga mengangkatnya untuk diamati.

"Satu set perlatan makan ini adalah timpaan khusus, harganya 200 juta." Ravindra jelas-jelas sedang membaca koran, tetapi dia bisa mengatakan kata ini ke Isabel.

Isabel kebingungan dulu, kemudian dia juga baru sadar, ucapan ini ditujukan padanya.

"Ah....." Isabel menjawabnya dengan polos, dia tidak tahu bagaimana cara menjawab ucapannya.

Banyak masalah terjadi hari ini, sepertinya hubungan diantara mereka lebih canggung lagi.

Begitu jauh tetapi begitu dekat.

Sebenarnya dirinya harus mendorong orang itu untuk menjauhi dirinya, tetapi disaat mereka berdua berpelukan, dirinya tidak mendorong....

Disaat ini semua sayur juga sudah tersajikan di atas meja, Ravindra pun meletakkan koran yang berada di tangannya, kemudian berkata pada Isabel :"Tidak lapar? Masih tidak makan?"

Isabel baru sadar, dia langsung mengangkat sendoknya dan perlahan-lahan minum sop.

Aroma ini, jelas-jelas aroma rumah....sendok di tangan Isabel juga terhenti.

"Aku takut kamu tidak terbiasa dengan koki disini, jadi aku membawa koki rumah datang kemari." Ravindra dengan santai menjawabnya.

Hati Isabel pelan-pelan juga hangat.

Pria ini diam-diam sudah melakukan begitu banyak hal.

Apakah dia kasihan dirinya sudah dipermalukan di depan umum oleh Jennifer, atau dia kasihan karena dirinya tadi menangis dengan begitu parah?

Tidak, dia hanya kasihan pada dirinya karena dirinya sedang mengandung anak mereka?

Bagaimanapun, dia menikah dengan dirinya, juga bukan karena dia menyukainya.

"Emm." Isabel dengan pelan menjawabnya, kemudian dengan cepat menghabiskan sop itu.

Walaupun Ravindra berbuat begitu hanya untuk memuaskan nafsu makan anaknya, tetapi dia juga harus bersyukur dengan perilaku spesial darinya.