Bab 29 Foto Bersama Pertama Kali

Cahaya matahari terbenam menyinari mereka melalui jendela, membawa cahaya yang menghangatkan.

Seperti dewa matahari Apollo sedang fokus mengelap senjata kecintaannya.

Kefokusan, keseriusan dan keeleganan itu memang paling mudah menarik perhatian wanita.

Bahkan pandangan Isabel juga terus tertarik ke sana, dan melihat Ravindra sangat lama.

Suasana mereka berdua sangat ini sangat indah, Narti mundur ke sebelah dan bertanya kepada Nando: "hari ini kenapa tuan pulang sangat cepat? Kantor bukannya belum sampai jam pulang kerja?"

Dulu Ravindra selalu pulang setelah jam pulang kerja, bahkan pulangnya sangat malam.

Tapi hari ini tuan sepertinya sedikit spesial.

Nando adalah asisten di sisi Ravindra, tanya dia pasti benar.

Matanya melihat Ravindra dengan tajam dan berkata kepada Narti: "besok-besok pak direktur sepertinya juga tidak akan lembur lagi."

Tadi siang baru selesai rapat video dengan luar negeri, Ravindra langsung meminta Nando membawa mobil dan mengantarkannya pulang tanpa peduli dengan rasa lelahnya setelah semalaman tidak istirahat.

Di dalam mobil, Ravindra tidak bisa menahan kantuknya dan tertidur sebentar. Tapi saat dia masuk ke dalam rumah, dia langsung menjadi bersemangat, dia berdiri di pintu dan melihat Isabel sangat lama.

Jari Ravindra tidak berhenti, dia juga memainkan lagu "I??m yours" yang dinyanyikan Isabel pagi hari saat menyiram bunga.

Mata Isabel langsung bersinar, dia melihat Ravindra dengan tidak percaya, tidak disangka dia juga suka lagu ini?

Sepertinya karena lagu ini sangat disukai oleh Isabel, maka Isabel juga ikut bernyanyi dengan melodi yang dimainkan oleh Ravindra: "and it's our god-intended right to be loved loved loved loved loved.

so i won't hesitate no more, no more.

it cannot wait, i'm sure.

there's no need to complicate, our time is short.

this is our fate, i'm yours.

d-d-do do you, do you, d-d-do, do you want to come?"

Saat pelafalan Isabel ada yang salah saat bernyanyi, Ravindra akan membenarkan pelafalan Isabel.

Ini seharusnya adalah suasana paling harmonis mereka sejak mereka bersama kan?

Satu main piano satu bernyanyi, benar-benar sangat harmonis dan membuat seluruh orang di rumah merasa takjub.

Tuan mereka, tidak disangka memainkan melodi untuk nyonya?

Sudah diduga, nyonya di hati tuan memang sangat spesial!

Dengan tangan yang gemetar Narti merekam kejadian ini dan dikirim ke pengurus rumah tangga utama, video ini akan langsung dikirim ke nenek.

Saat nenek melihat ini pasti akan sangat senang kan?

Ravindra juga tidak menyangka mood Isabel hari ini sangat baik, pertama kalinya dia bernyanyi di depannya, dia mengangkat kepalanya dan melihat Isabel yang sedang tersenyum: "kalau tidak suka main piano, kenapa masih mau belajar piano?"

"Kehidupan aku selalu dipilih oleh orang, bukan aku yang inisiatif memilih." Isabel menjawab dengan pelan, dia masih tenggelam di dalam manisnya lagu tadi, dengan pelan dia berkata: "aku akan berusaha melakukan apa yang harus aku lakukan, seperti???? di dalam rumah, aku akan berusaha melakukan pekerjaan rumah tangga dengan baik, di kantor aku akan berusaha bekerja dengan baik. Karena, aku tidak punya pilihan."

"Jadi, kamu juga akan berusaha menjadi istri yang baik?" cahaya di mata Ravindra yang tersembunyi di saat ini sudah keluar dengan terang.

Muka Isabel yang lembut menjadi sedikit kaku, lalu matanya diturunkan, bulu matanya yang panjang menutupi kemurungan matanya.

Menjadi seorang mama dan menikah, dia juga sama dipilihkan oleh orang lain.

Dia selain melakukan ini semua dengan sebaik mungkin, dia masih bisa bagaimana?

Ravindra tidak melewatkan kemurungan di mata Isabel.

Muka yang tidak ada dandanan sama sekali itu tersenyum secara paksa, tapi senyuman ini menusuk mata Ravindra, juga menusuk???? hatinya.

Astaga, kenapa kasihan lagi?

Suara piano dari jari Ravindra berhenti.

Isabel tahu Ravindra marah lagi.

Ah, dirinya selalu membuat dia marah tanpa sadar.

"Maaf." Isabel menjawab dengan pelan: "aku akan melakukan sesuai permintaan kamu."

Hanya melakukan sesuai permintaan, dan bukan dilakukan dengan inisiatif, bukan karena bersedia, bukan seperti menyiram bunga tadi pagi yang senyumannya sangat cerah, ya kan?

Senyuman yang dipaksakan, memang sangat tidak menarik.

Ravindra langsung bangun dari kursinya dan pergi tanpa ekspresi.

Orang di dalam rumah melihat Ravindra tiba-tiba marah, mereka langsung tahu pasti nyonya yang membuatnya marah, mereka pun tidak bersuara, takut semakin membuat mereka lebih parah.

Nando menghela nafasnya, mereka berdua ini musuh ya????

"Makan." walaupun Ravindra sedikit marah, tapi dia mengingat kemarin malam Isabel juga bilang satu kata ini kepadanya, maka dia juga tidak bisa menahan diri untuk bilang ke Isabel.

Bagi Ravindra, satu kata ini adalah ucapan yang paling hangat dan lembut.

"Oh." Isabel mengikuti Ravindra ke ruang makan.

Mereka berdua baru duduk, langsung ada orang yang mengantarkan handuk pembasmi bakteri untuk mereka berdua mengelap tangannya.

Melihat makanan memenuhi meja, Isabel juga sudah sibuk seharian dan juga merasa sedikit lapar. Dan juga ibu hamil, nafsu makannya jauh lebih tinggi dari orang biasa.

Isabel menahan suara panggilan dari perutnya, dia mengambil pisau dan garpu, lalu makan dengan etika makan yang sudah dipelajarinya hari ini.

Melihat Isabel terlihat seperti ingin melakukan semuanya dengan baik, Ravindra langsung merasa tidak biasa marah lagi.

Karena perilaku dia yang canggung itu benar-benar sangat lucu.

Ravindra melihat Narti, Narti langsung memberitahu asisten pribadi Isabel untuk mengganti piring Isabel dengan daging yang lebih mudah dipotong.

Isabel sedikit khawatir melihat pisau dan garpu di depannya, makanan barat memang tidak bisa dikuasai dengan cepat.

"Tidak suka makanan barat?" Ravindra meletakkan pisau dan garpunya, lalu mengangkat kepala melihat Isabel.

"Ya. Tidak terbiasa." jawab Isabel.

Ravindra melihat Narti dan berkata: "besok jangan buat makanan barat lagi di rumah."

Mata Narti langsung terbuka lebar!

Dia dengar apa?

Dia dengar tuan minta mulai besok jangan buat masakan barat lagi? Semua orang tahu tuan paling suka makanan Prancis!

Karena nyonya bilang tidak terbiasa maka langsung tidak buat lagi?

Tapi bagaimanapun juga Narti adalah orang lama yang sudah bekerja bertahun-tahun di keluarga Kitadara, dia langsung menyuruh pembantu mengambil makanan barat, lalu tidak sampai 10 menit makanan China sudah ada di meja.

Mata Isabel membesar, keluarga Kitadara kaya sekali!

Hanya satu makan malam saja, tidak disangka ada dua jenis makanan yang dipersiapkan?

Sepertinya untuk menghadapi perubahan Ravindra, maka semuanya dipersiapkan, dan setiap saat bisa diatur.

Sudah diduga, malam ini bukannya berguna?

"Makan saja." Ravindra menundukkan kepala dan mengambil sumpit mulai makan.

Tapi dia mulai terbiasa ketika menggunakan sumpit, dia mengambil satu sayur pakchoi di depannya lalu dicobanya perlahan.

Wah, benar-benar enak.

Koki yang memasak ini benar-benar koki kelas atas, bahan yang digunakan adalah yang terbaik, pengaturan apinya sangat hebat, maka tentu saja rasanya sangat enak.

Ravindra melihat Isabel sangat suka makan pakchoi, dia menaikkan matanya, koki langsung mengingat rasa yang disukai Isabel.

Ravindra mengambilkan satu potong rebung ke mangkok Isabel.

Jari Isabel kaku, dia memakan rebung di mangkoknya di bawah tekanan pandangan di atas kepalanya. Ravindra bukan pertama kali mengambilkan makanan, setiap kali makanan yang diambilkan harus dihabiskan, kalau tidak dia akan marah lagi.

Tiba-tiba, Isabel meraskana tatapan yang serius di atas kepalanya, dia mengangkat kepalanya dan melihat mata Ravindra yang tidak jelas sedang melihat dirinya.

Dia kenapa lagi? Kenapa melihat dirinya lurus seperti ini?

Melihat ekspresi dia, sepertinya sedang tidak senang lagi.

Tapi, dirinya juga sudah makan dengan baik dan tidak membuat masalah kan? Kenapa tiba-tiba tidak senang lagi? Apa jangan-jangan karena dia mengambilkan makanan, tapi dirinya tidak mengambilkan dia makanan, maka dia tidak senang?

Tidak mungkin. Dia adalah direktur dari Kitadara Finance Group, tidak sepelit ini kan?

Tapi, dia bukannya ada mysophobia????

Tapi, untuk alasan keamanan, lebih baik mengambilkan dia satu makanan saja.

Isabel menebalkan muka mengambilkan satu potong daging asam manis ke mangkok Ravindra, lalu dia mengatur beberapa kata dengan sulit dan berkata: "daging ini wanginya lumayan enak."

Ravindra baru tersenyum dengan puas, dia mengambil sumpit dan memakan daging yang diambilkan oleh Isabel tanpa merasa jijik.

Narti dan orang lainnya langsung kebingungan.

Ini???? ini benar-benar tuan mereka?

Mysophobia tuan kapan sembuhnya?

Tadi nyonya tidak mengganti sumpitnya, dia langsung menggunakan sumpitnya mengambil daging itu!

Baiklah, ini semua tidak penting, yang penting adalah tuan memakan daging itu dengan sangat senang!

Isabel juga tidak berani melihat Ravindra lagi, dia dengan cepat menghabiskan makanan di piringnya.

"Nyonya jangan makan secepat itu, tolong seseorang antarkan sup yang sudah dibuat untuk nyonya." Narti melihat Ravindra mengerutkan alisnya, dia tahu maksud dari tuannya, maka dia langsung memberi perintah kepada asisten Isabel.

Dalam sekejap, sup kesehatan sudah ada di depan Isabel.

Isabel mencium baunya, dia langsung merasa mual, dia menutup mulutnya dan langsung mengalihkan mukanya.

Isabel juga merasa aneh, dirinya kalau makan makanan rumahan biasa tidak akan apa-apa, tapi kalau makan makanan orang kaya dia langsung merasa mual.

Jangan-jangan dirinya adalah orang yang tidak bisa makan enak?

"Tukar." Ravindra melihat muka Isabel yang sedang menahan muntah dan sedikit pucat, dia semakin mengerutkan alisnya: "besok jangan buat sup seperti ini lagi."

"Baik tuan." koki dan asistennya dengan cepat membawa pergi sup itu.

Tidak ada bau sup itu, muka Isabel perlahan kembali menjadi normal: "maaf, aku tidak sengaja."

"Bawakan susu untuk dia."Ravindra mengingat Isabel tidak akan muntah kalau minum susu dari Jepang, maka dia langsung meminta Nando memesan susu paling segar dari Jepang, setiap hari dikirim melalui udara sampai ke rumahnya dan kantornya, memudahkan Isabel untuk bisa minum susu paling segar setiap hari.

Isabel mengulurkan tangannya dan memegang perutnya, janin kecil di dalam sini masih sangat kecil, tapi perhatian dari semua orang sangat besar.