Bab 20 Cinta Yang Dijual

Isabel mengangkat kepalanya dan melihat Ravindra dengan tidak percaya, dia bilang apa? Dia akan membiarkan dirinya bertemu dengan Andika?

Dia kenapa????

Di saat ini, dari kejauhan ada satu mobil yang sedang berjalan kemari, dan berhenti di depan Isabel.

Pintu mobil terbuka, bayangan yang tidak asing muncul di depan Isabel.

Mata Isabel langsung terbuka lebar.

Andika, dia benar-benar kembali!

"Andika!" Isabel sangat senang! Dia mau memberitahu Andika kalau semua ini adalah salah paham, dia mau tanya Andika apakah dia bersedia untuk bersamanya!

Isabel baru mau memeluk Andika, tapi Andika mundur dan menghindarinya.

Andika pertama kali melihat bodyguard berbaju hitam sebanyak ini, dan juga pertama kali melihat Ravindra yang auranya sekuat ini, dia pun langsung panik.

Isabel terkejut, apakah ini masih Andika miliknya? Kemarin dia masih selembut itu, di WeChat juga sering membahas kehidupannya yang menarik di luar negeri, dan juga dia masih bicara sangat banyak hal, kenapa hari ini dia berubah menjadi seperti ini?

"Andika???? kamu ini kenapa? Apakah Ravindra memaksa kamu?" Isabel maju satu langkah, Andika mundur satu langkah.

"Tidak????" mata Andika menghindar dan tidak berani melihat Isabel, sama sekali berbeda dengan Andika yang dikenal oleh Isabel dulu.

Isabel langsung melihat Ravindra dengan kesal: "kamu mau berbuat apa dengan dia!"

Ravindra pelan-pelan membuka kancing pergelangan tangannya, aura di seluruh tubuhnya sudah keluar semua, dan membuat Andika semakin tertekan.

Dia berjalan ke arah mereka berdua dan berkata: "aku bisa berbuat apa? Aku hanya bantu kamu memanggil orang yang paling ingin ditemui kamu saja!"

"Kalian???? cari aku ada apa?" Andika di saat ini sudah bergetar, matanya berkedap-kedip, benar-benar terlihat sangat ketakutan.

Isabel mungkin tidak mengerti mobil, tapi Andika itu mengerti.

Harga mobil yang tadi dia naiki pasti tidak rendah dari 20 miliar!

Dan juga masih ada bodyguard sebanyak itu, orang-orang ini pasti bukan orang biasa!

"Aku hanya mau tanya Tuan Andika, di hati kamu, Isabel berharga berapa duit." Ravindra melambaikan tangannya, Nando langsung mengantarkan satu tas dan langsung diletakkan di atas mesin mobil yang tadi dinaiki oleh Andika, dan dia membuka tas itu di depan Andika.

".??.. maksud kamu apa? Di hati aku, Isabel sama sekali tak ternilai????" ucapan dia berhenti di saat dia melihat isi tas itu.

"1 miliar." Ravindra pelan-pelan medorong tas itu ke depan.

"Kamu???? aku???? aku bagaimana bisa menghargainya dengan uang????" Andika belum selesai bicara, Nando lagi-lagi meletakkan satu tas di atas mesin mobil, dan dibuka diperlihatkan ke Andika.

Andika menelan semua ucapan berikutnya.

"2 miliar." senyum sindiran Ravindra semakin besar.

Isabel melihat ekspresi dari Andika, hatinya memiliki firasat yang tidak baik, dia langsung menatap Ravindra dengan kesal.

Ravindra hanya melirik Isabel sekilas dan membuat hati Isabel gemetar.

Dia sebenarnya mau apa?

Nando lagi-lagi membawa dua tas dan dibukanya, lalu didorong ke depan mata Andika.

"Tidak suka rupiah? Bagaimana kalau dolar?" ejekan di mata Ravindra semakin tebal: "ini totalnya 5 juta dolar amerika."

Andika sangat terkejut.

Firasat buruk di hati Isabel semakin kuat, dia sudah menebak sesuatu, lalu dia melihat Andika dengan pandangan memohon.

Jangan, Andika, jangan! Jangan seperti ini!

Cinta kita, tidak boleh ditukarkan dengan uang!

Kamu pernah bilang ke aku, cinta kita itu tidak ternilai! Kamu pernah bilang, masa depan kita akan berubah menjadi sangat baik, kita bisa mendapatkan kekayaan milik kita berdua dengan dua tangan kita!

Ekspresi Andika saat ini sudah berubah menjadi gila!

5 juta dolar amerika!

60 miliar rupiah!

Dia dari dulu tidak pernah melihat uang sebanyak ini, bukan, dipikirkan saja tidak pernah!

Andika tanpa sadar sudah berlutut di depan tas itu, bukan, dia berlutut di depan uang, berlutut di depan raja yang sangat tinggi di atas.

Isabel langsung pucat.

"Tuan Andika, aku hanya mau kasih kamu satu pilihan." Ravindra tersenyum, matanya yang mengejek dan kasihan dibesarkan: "kamu bisa pilih menikah dengan wanita di depan kamu ini di gereja ini dan bersamanya selamanya. Kamu juga bisa pilih meninggalkan wanita ini dan membawa semua uang ini dan pergi. Oh, dan juga mobil Bentley edisi terbatas itu juga bisa buat kamu."

Mendengar ucapan Ravindra itu, Andika langsung mengangkat kepalanya! Matanya penuh dengan kekejutan!

Iya, kekejutan.

Melihat pandangan Andika, Isabel hanya merasa otaknya kosong.

Tidak, tidak boleh, Andika, kamu tidak boleh memiliki pandangan seperti ini????

Saat ini di mata Andika hanya ada uang yang membuatnya gila, Isabel pun tidak dilihatnya lagi.

Uang sebanyak ini, mobil edisi terbatas, ini adalah mimpinya seumur hidup!

Bisa-bisanya dia mendapatkannya semudah ini!

Apakah ini bukan mimpi?