Bab 16 Ibu keluarga Kitadara Sangat Terhormat

Saat ini Isabel sangat bingung.

Dia ingin neneknya menyulitkan keluarga Kitadara agar pernikahan ini tidak bisa terjadi, tapi dia juga berharap nenek jangan terlalu menyulitkan dan membuat dirinya tidak bisa mengangkat kepala.

Sebenarnya hati dia sangat jelas, pernikahan ini cepat atau lambat harus dilakukan, dirinya juga tidak bisa kabur.

Tapi di alam bawah sadarnya, dia benar-benar tidak bisa terima dengan takdirnya ini.

Mungkin merasakan kebingungan dari Isabel, Ravindra melihat muka Isabel dan terlihat tidak mengerti.

Ravindra berpikir, dan melembutkan aura dirinya.

Sudah diduga, Isabel terlihat jauh lebih santai.

Dia sedang takut dengan dirinya? Dia takut dengan kekuasaan dan kedudukannya atau takut apa?

Ravindra awalnya mau bilang kepada dia jangan gugup, tapi tidak tahu kenapa, saat ucapannya sampai ke mulutnya berubah menjadi: "kamu selalu gugup seperti ini, tidak bagus untuk anak."

Hati Isabel menjadi rileks, dia tahu, keluarga Kitadara memberikan muka seperti ini, pasti karena khawatir mood dirinya tidak bagus dan mempengaruhi anak di dalam perut.

Bagaimana bisa?

Walaupun keluarga Kitadara tidak memberikan muka sebesar ini, dirinya juga bisa membuat diri sendiri senang, hanya seperti ini baru bisa membuat anak bertumbuh lebih sehat.

"Kamu tenang saja, aku tidak akan mempengaruhi anak. Perasaan ini menurut aku bukan apa-apa." Isabel menjawab dengan tenang.

Mendengar jawaban Isabel, Ravindra mengerutkan alisnya.

Dia sangat tidak suka Isabel yang seperti ini, dia merasa Isabel yang memotong bunga hari itu sangat membuat orang nyaman.

Saat mereka berdua masuk, Isabel langsung melepaskan tangannya.

Tangan Ravindra tiba-tiba kaku, lalu dia menariknya berpura-pura tidak ada apa-apa.

Asistennya Nando sudah memindahkan kursi untuk mereka berdua agar mereka berdua bisa duduk bersama.

Nenek Fitri melihat Isabel duduk, dia langsung terlihat tidak senang.

Tapi saat Nenek Fitri belum menegur, Nenek Kitadara tersenyum dan berkata: "tolong ambilkan nyonya satu bantal untuk pinggang, ibu hamil kalau duduk terlalu lama pinggangnya akan sakit."

Ibu hamil?!

keluarga Khosasie yang ada di sana langsung terkejut!

Isabel bisa-bisanya hamil!

"Sekarang Isabel sangat berharga bagi keluarga Kitadara! Tidak peduli anak yang dilahirkannya pria atau wanita, dia pasti akan menjadi penerus keluarga Kitadara." satu ucapan Nenek Kitadara langsung memastikan kedudukan Isabel.

Juga membuat Nenek Fitri yang mau menegur Isabel menelan kembali ucapannya tadi.

Muka Nenek Fitri langsung menjadi merah dan marah.

Kemarin memaki Isabel tidak memiliki kemampuan untuk mengandung anak orang kaya, hari ini dia benar-benar seperti menampar mukanya sendiri.

Nenek Fitri menelan air liurnya dan berkata: "berarti kamu hari ini datang ke rumah untuk????"

Nenek Kitadara juga tidak banyak omong kosong dan langsung berkata: "cucu aku dan cucu kamu saling mencintai, setiap hari merawat generasi keempat kita! Karena mereka berdua bersedia, aku juga tidak ada masalah, daftar hadiah tunangan hari ini aku juga sudah bawa, 20 miliar uang tunai, villa seharga 200 miliar, setelah anak dilahirkan, villa ini akan dialihkan namanya menjadi milik Isabel; selain itu juga ada beberapa perhiasan, saham, surat hutang, semua sudah ditulis di situ, dan juga aku harap kamu tidak merasa kurang."

Kurang? Ini masih kurang?

Hadiah tunangan ini sudah melebihi 400 miliar!

Saat Nenek Fitri mendengar uang tunai 20 miliar, matanya sudah tercengang.

Saat dia mendengar masih ada villa segarga 200 miliar, matanya bersinar.

Tentu saja dia mengabaikan hal tentang Isabel yang sudah hamil, dan lebih mengabaikan hukuman terhadap Isabel 1 bulan lalu.

"Ibu benar-benar terlalu sopan! Aku juga merasa dua anak ini sudah dipersatukan dengan takdir. Aku sebagai senior mereka juga sangat senang, walaupun keluarga ibu tidak kasih apa-apa aku juga tidak akan menolak." Nenek Fitri tertawa tanpa bisa menutup mulutnya.

"Baiklah, karena keluarga ibu juga tidak menolak, maka urusan pernikahan ini sudah ditentukan seperti ini." Nenek Kitadara lanjut berkata: "kelahiran keluarga Kitadara generasi keempat adalah hal yang besar, maka aku sudah membuat satu akun, aku serahkan ke pengacara dulu, asal anak itu lahir dengan selamat, maka semua uang beserta bunganya untuk kalian. Ini uang tunai 20 milliar kalian pakai dulu, kalau tidak cukup silahkan bilang."

Selesai bicara, ada orang di belakang yang meletakkan kotak kecil di depan Nenek Fitri, lalu dibukanya di depan Nenek Fitri.

Saat setumpuk uang berwarna merah muncul di depan mata Nenek Fitri, muka Nenek Fitri sudah tersenyum lebar.

"Baik baik baik, kalian sesopan ini, maka aku terima saja." Nenek Fitri mengambilnya dengan gembira.

Dan di saat ini, Tiffany dan keluarga suaminya dari awal sudah tersingkirkan ke halaman, di dalam rumah sudah tidak ada tempat untuk mereka.

Walaupun mereka hari ini juga datang untuk melamar, tapi lihat uang dan hadiah yang dibawa keluarga Kitadara, Tiffany benar-benar sangat iri. Pria Isabel itu bukan hanya gantengnya tidak masuk akal, tapi kayanya lebih tidak masuk akal! Ini dia benar-benar tidak bisa terima!

Muka keluarga suami Tiffany juga seperti ditampar berkali-kali, sampai kepalanya sudah tidak bisa diangkat lagi.

Wanita yang diremehkan oleh semua orang itu, seketika langsung menjadi istri orang kaya, perputaran ini benar-benar tidak bisa diterima oleh mereka.