Bab 15 keluarga Khosasie Yang Bisa Berubah Muka

Setiap mobilnya adalah edisi terbatas dan konfigurasi yang mewah.

Keluarga Khosasie tercengang.

Tiffany benar-benar tidak percaya, dia berkata kepada kepala desa: "kepala desa kamu salah dengar ya? Bagaimana mungkin bisa cari Isabel?"

Kepala desa tersenyum dan berkata kepada Tiffany: "aku belum setua itu sampai bisa salah dengar nama kan?"

Di saat ini Nenek Fitri akhirnya tersadar, dia mengingat kemarin Isabel bilang tentang urusan pernikahannya, awalnya dia dan Tiffany sama-sama mengira suami dari Isabel tidak mungkin sekaya ini!

Nenek Fitri langsung menarik tangan Isabel, dia tertawa dan berkata: "iya, Isabel juga beruntung! Nenek tidak tahu kamu kapan punya pacar sekaya ini! Kamu juga benar-benar, di luar ada pacar juga tidak kasih tahu nenek, harus kasih nenek satu kejutan!"

Tadi Isabel dan mamanya ya mau dipukul oleh Nenek Fitri, sekarang tiba-tiba menjadi menantu dan cucu yang paling disayangi oleh Nenek Fitri.

Tiffany berdiri di sebelah dan berkata: "walaupun kaya memang kenapa? Orang kaya dan ganteng bisa suka dengan Isabel? Baiklah, yang bersedia menikahi Isabel mungkin hanya paman botak yang tua dan jelek kan?"

Tiffany belum selesai bicara, supir dari mobil Rolls Royce paling depan turun, dia membukakan pintu belakang, hanya seorang supir saja pakaianya sudah sangat rapi, apalagi orang yang duduk di dalam mobil itu?

1 detik kemudian, satu kaki panjang perlahan muncul di pandangan semura orang.

Setelah itu satu muka yang tampan perlahan muncul di pandangan semua orang.

Ravindra pelan-pelan turun dari mobil, di saat dia turun mobil, hanya dengan dia mengangkat matanya, sudah membuat semua orang terpukau!

Aura seperti raja yang terhomat keluar dari badannya dan membuat semua orang takjub.

Isabel tahu Ravindra itu orang yang sangat memukai, pantas saja semua orang di desa bengong melihatnya.

Muka Tiffany terlihat iri, dia berkata: "tidak! Tidak mungkin!"

mama Isabel juga tercengang.

Pria ini benar-benar seperti pria yang paling diinginkan oleh semua orang di dunia.

Parasnya, badannya, kesehatannya, kekayaannya, kekuasaannya, kedudukannya.

Ravindra mengulurkan tangannya dan menggandeng Nenek Kitadara keluar, mereka berdua berjalan ke arah Nenek Fitri dengan pelan, di belakangnya ada 10 pembantu yang mengikutinya, setiap orang memegang satu kotak yang sangat megah.

Nenek Fitri benar-benar sudah tercengang, situasi seperti ini, jangankan dia, semua orang di desa juga tidak pernah melihatnya!

Nenek Kitadara sudah melihat Isabel, dia melihat semua orang memakai baju yang sangat bagus, hanya Isabel dan mamanya memakai baju yang tua, lengannya pun dilepat, sangat jelas mereka baru selesai kerja.

Nenek Kitadara mengerutkan alisnya, tapi dengan cepat dikembalikan lagi, sambil berjalan dia berkata dengan Nenek Fitri: "ibu, aku hari ini bawa cucu aku untuk datang melamar, aku bawakan ibu beberapa hadiah yang kecil, semoga ibu suka!"

Ravindra menyapa dengan sangat sopan: "selamat pagi nenek!"

Di saat ini, para pembantu di belakang membuka kotak, dan memperlihatkan barang di dalam kotak itu kepada Nenek Fitri.

Saat Nenek Fitri melihat di dalam kotak itu ada ginseng, velvet antler, timun laut dan beberapa suplemen mahal lainnya, bahkan ada peralatan teh yang dibuat dari emas murni, bola matanya langsung lurus.

Mertua dari Tiffany juga tercengang!

Barang-barang ini semuanya seharga ratusan juta!

Dibandingkan dengan 60 jutanya yang menyedihkan, suplemen-suplemen ini saja sudah seharga ratusan juta!

Keluarga suami Tiffany yang tadi pamer mobil Santana 2000 dan hadiah 60 jutanya, mukanya langsung pucat.

Mobil dan hadiah mereka kalau dijumlahkan, mau beli logo mereka saja tidak bisa!

Setelah Nenek Fitri membuka mulutnya sekian lama, dia akhirnya tersadar dan langsung mengundang Nenek Kitadara dan Ravindra masuk.

Isabel melihat Ravindra dengan bingung, saat Ravindra melewati Isabel, dia mengulurkan tangannya dan menggandeng tangan Isabel.

Isabel terkejut, dia menarik tangannya dan sedikit menolak Ravindra mendekat.

"Walaupun hanya akting, tapi aktingnya juga harus mirip." Ravindra dengan suara rendah berkata: "lihat aku sangat kasih kamu muka seperti ini, jangan sampai membuat orang lain melihat masalah."

"Oh????" Isabel baru tersadar, dia membiarkan Ravindra menggandeng tangannya masuk ke dalam rumah.

Melihat Isabel mau bekerja sama, mata Ravindra terlihat senang.

Mereka berdua pertama kali sedekat ini muncul di hadapan orang lain, Isabel langsung merasa sedikit tidak bebas.

Tapi saat dia mau melepaskan jarinya, tangan dia langsung ditarik lagi dengan erat oleh Ravindra.

Jari Ravindra sangat kuat, banyak wanita yang sangat suka, tapi sekarang Isabel benar-benar tidak bisa menyukainya.

Keadaan di depannya ini sudah melebihi kendali dia, dia tidak menyangka neneknya yang serakah ini akan mengeluarkan permintaan apa.