Bab 14 Keluarga Pelamar Datang

Isabel tidak sempat istirahat dan langsung lari keluar menyambutnya.

Saat Isabel keluar dia melihat mobil Santana 2000 berwarna hitam menghalangi pintu rumah.

Isabel mengerutkan alisnya, mobilnya ada di depan rumah, orang yang jalan pun tidak praktis.

Belum sempat Isabel bicara, orang ini setelah menghentikan mobilnya dia menginjak gasnya sekali untuk pamer.

Hanya satu Santana 2000 saja, perlu pamer seperti ini?

Mobil rekan kerja di kantornya, tidak ada satupun yang harganya dibawah 400 juta.

Kalau pakai kata-kata mereka, membawa mobil di bawah 400 juta, benar-benar tidak pantas dengan statusnya sebagai karyawan Kitadara Finance Group!

Isabel melihat pria berbadan tinggi kurus keluar dari mobilnya, mengenakan baju yang dibeli di pinggiran seharga tidak melebihi 600 ribu, dengan sombong dia berkata dengan mamanya yang gendut: "ini adalah rumah Tiffany, ma, kita benar-benar mau kasih hadiah tunangan seharga 60 juta?"

Mamanya yang gendut itu menjawab: "60 juta tidak sedikit! Zaman sekarang ini cari uang sulit! Kasih berapa juga tidak takut, cepat atau lambat juga akan jadi satu keluarga! Dan juga, keluarga kita kasih hadiah tunangan, keluarga mereka apa tidak bawa mahar?"

Benar-benar perhitungan!

Belum juga menikah sudah mulai perhitungan!

"Halo tante. Aku kakak dari Tiffany, nenek suruh aku untuk menyambut kalian, silahkan masuk." Isabel maju ke depan, pura-pura tidak mendengar dan menyapanya dengan sangat sopan.

Mamanya yang gendut itu tidak peduli dengan Isabel dan langsung maju ke depan, tapi pria itu melihat Isabel sekilas dengan serius.

Isabel membawa tamu dan masuk ke dalam rumah, saat masuk ke dalam rumah, Isabel tersingkir oleh paman dan bibinya, menjadi orang transparan.

Nenek Fitri dan paman bibi sangat hangat dengan pihak pria, dia menyuruh mamanya menuangkan teh seperti menyuruh satu pembantu.

Isabel sangat kasihan dengan mama, tidak menunggu mamanya membuat minuman, Isabel sudah selesai membuat semuanya.

Saat pihak pria bilang akan kasih hadiah tunangan seharga 60 juta, Tiffany dengan jelas melihat Isabel dengan bangga.

Mereka di sini, biasanya hanya hadiah tunangan seharga 40 juta atau 36 juta, tapi dia langsung bilang 60 juta, mereka pun langsung bertambah sopan kepada pihak pria.

Isabel dan mama Isabel berdiri di sebelah, kursi untuk mereka saja tidak ada, apalagi teh.

Isabel baru mengantarkan teh, orang tua dari Tiffany langsung menyuruhnya ke dapur masak.

Karena gugup mama Isabel tidak sengaja memecahkan satu gelas teh, tanpa menunggu dia minta maaf, Nenek Fitri langsung mengangkat gelas teh di tangannya dan dilempar ke arah mama Isabel: "hari bagus seperti ini, kamu harus buat masalah ya? keluarga Khosasie ini dosa apa, bisa-bisanya membiarkan wanita seperti kamu ini masuk ke keluarga Khosasie. Tiffany ini punya kemampuan maka dia bisa mengandung anak orang kaya! Kalau kamu bisa kamu coba mengandung juga! Muka jelek seperti ini, dengan tidak mudah mendapatkan pria yang lumayan, tapi malah keluar dan tidur dengan pria liar. keluarga Khosasie ini benar-benar sial, memasukkan ayam yang tidak bisa bertelur, dan juga membawa satu orang yang tidak tahu malu! keluarga Khosasie benar-benar dosa apa!"

Gerakan Isabel sangat cepat, dia langsung menarik mama Isabel.

Gelas teh jatuh ke lantai dan lansung pecah berserakan!

Nenek Fitri melihat mama Isabel dan Isabel berani menghindar, dia langsung marah, dia mengambil tongkat dan memukul Isabel dan mama Isabel.

Di saat ini, pintu rumah keluarga Khosasie diketuk dengan kencang: "Nenek Fitri, berita baik! Selamat ya!"

Ini ada apa? Suaranya terdengar seperti kepala desa?

Pihak pria berpikir dengan bangga, jangan-jangan mereka bawa mobil untuk melamar sudah diketahui oleh orang di desa? Lalu mereka datang untuk menyelamati keluarga Khosasie?

Dari awal sudah tahu kalau bawa mobil melamar pasti akan sangat ada muka!

Nenek Fitri langsung keluar dan bertanya: "kepala desa, ada angin apa yang bawa kamu ke sini?"

Kepala desa bersemangat sampai bicaranya sangat lambat!

Dia mengulurkan tangannya dan memegang lengan Nenek Fitri: "Nenek Fitri, kamu benar-benar beruntung! Cucu kamu menemukan suami yang sangat baik! Kalian benar-benar beruntung!"

Nenek Fitri mengira dia sedang membahas Tiffany, dia tertawa dan menjawab: "iya iya, Tiffany tentu saja beruntung!"

"Bukan bukan, bukan Tiffany, tapi Isabel!" kepala desa langsung menjelaskan: "aku lihat ada banyak mobil mewah! Banyak mobil yang seumur hidup ini aku belum pernah lihat! Bawa banyak barang untuk mencari tahu tentang kalian, katanya mau datang melamar!"

Apa? Banyak mobil mewah? Bawa banyak barang?

Orang-orang di rumah mengira salah mendengar!

Muka Isabel sedikit berubah, datangnya???? secepat ini?

Di saat ini, dari jauh terlihat rombongan mobil mewah sedang berjalan ke sini.

Yang pertama ada satu Rolls Royce, lalu di belakangnya ada Bentley, Maybach, Ferrari, Lamborghini, Pagani, Aston Martin, dan mobil mewah dunia lainnya.