Bab 7 Paksa Nikah

Di dalam nada bicara Ravindra yang datar, ada satu kehormatan yang tidak perlu dipertanyakan.

Orang-orang itu langsung keluar, dan memberikan ruang kepada pemilik kekuasaan tertinggi di Kitadara Finance Group.

Nenek Kitadara mengangkat kepalanya melihat cucunya, ini adalah cucunya yang paling disukainya dan juga paling dibanggakannya seumur hidupnya.

Sejak dia menjadi direktur di perusahaan, nilai pasar keluarga Kitadara naik 20%, membuat Kitadara Finance Group tidak terkalahkan.

Tapi masalah pernikahan dia tidak pernah terselesaikan, banyak orang yang mata duitan melihat generasi keempat keluarga Kitadara ini.

Di depan orang luar, dia adalah direktur dengan auranya yang kuat.

Tapi di depan neneknya, dia hanyalah satu junior.

Jadi saat orang lain tidak ada di sana, Ravindra juga menjadi jauh lebih lembut.

"Nenek, kamu kenapa ada di sini?" setelah orang lain keluar, dengan suara lembutnya Ravindra bertanya: "kalau tidak enak badan, kenapa tidak panggil dokter ke rumah? Kenapa repot-repot datang ke sini."

"Kamu ini tidak perlu main-main, jangan kira aku tidak tahu." kesenangan di muka Nenek Kitadara tidak bisa ditutupi, dia berkata: "berhubungan dengan penerus dari generasi keempat keluarga Kitadara, hal sepenting ini bagaimana bisa aku tidak datang?"

"Nenek! Apanya penerus generasi keempat! Kamu salah paham ya? Dina sekarang masih belum mau menikah, bagaimana bisa ada generasi keempat?" Ravindra langsung menjawab, dia terus tidak mau mengakui hubungan dia dengan wanita di depannya ini.

Nenek Kitadara mengulurkan mengetuk kepala Ravindra dan berkata: "jangan macam-macam! Karena Jennifer tidak tahu mana yang baik dan buruk, mau meneruskan karir dia, biarkan saja dia mengejar karirnya. Aku sebagai chairman di Kitadara Finance Group apakah takut tidak bisa menemukan wanita yang bersedia melahirkan anak kamu?"

"Nenek, jangan-jangan kamu rencana membiarkan wanita di dalam ini melahirkan anak ini?" firasat buruk di hati Ravindra semakin kuat, dia mengerutkan alisnya dan berkata: "tidak bisa, benar-benar tidak bisa!"

Mata Nenek Kitadara menjadi dingin: "kamu masih memikirkan Jennifer itu? Ravindra, kamu suka dia, jadi aku tidak berkata apa-apa. Tapi kamu lihat sendiri, dia menunda kamu berapa lama? Sudah bertahun-tahun, kapan dia mau melahirkan anak untuk kamu? Memangnya kita keluarga Kitadara masih kekurangan uang? Kalau dia masih mau lanjut jadi model, bisa dilakukan setelah melahirkan anak! Tapi? Kamu tahun ini sudah umur 28, kamu masih bisa tunggu berapa lama?"

"Tapi nenek, kamu bukannya sudah janji dengan aku? Asalkan aku duduk di posisi direktur, kamu tidak akan ikut campur urusan pernikahan aku!" Ravindra juga sedikit marah.

"Tapi kamu juga sudah janji dengan nenek, saat kamu umur 28 kamu psati sudah menikah!" nada suara Nenek Kitadara juga menjadi tinggi, terlihat sedikit marah juga: "Jennifer itu baiknya apa? Buat kamu tunggu bertahun-tahun? Terus menggantung kamu, tapi tidak kasih janji dan hasil, kalau tidak bisa melahirkan penerus untuk keluarga Kitadara, aku kenapa mau menjadikan wanita seperti ini jadi istri cucu aku?"

Amarah dua orang di luar sedikit besar, Isabel yang ada di dalam ruangan terbangun samar-samar.

Isabel membuka matanya perlahan, semua di depan matanya asing.

Dekorasi yang indah, mebel yang mahal.

Ini???? dimana?

Tadi sepertinya dengar ada orang yang menyebut Jennifer?

Jangan-jangan dirinya sakit dan muncul halusinasi? Jennifer jelas-jelas ada di Milan, bagaimana mungkin ada di sini?

Isabel baru mau bangun dari ranjang, tiba-tiba dia mendengar suara dari luar: "nyonya sudah bangun, cepat siap-siap."

Setelah itu, Isabel melihat pintu terbuka, dia melihat satu wanita tua masuk ke dalam, di belakangnya ada beberapa dokter dan suster yang mengenakan baju rumah sakit.

Isabel terkejut, sama sekali tidak tahu terjadi apa.

Dia hanya ingat sebelum pingsan dia masih ada di kantor, dia mau rapat!

Astaga, dia bisa-bisanya melupakan rapat yang sepenting ini!

Isabel baru mau bangun dari ranjang, wanita tua itu langsung menghalangi gerakan Isabel, matanya penuh dengan kesenangan dan kepuasan.

"Jangan gerak, biarkan dokter periksa kamu sekali lagi." wanita itu berkata sambil tersenyum kepada Isabel: "kamu sekarang adalah bagian dari keluarga Kitadara, ada urusan apa suruh orang lain yang kerjakan saja."

Isabel melihat orang itu dengan bingung: "mohon maaf, kamu itu???? aku, aku kenapa ada di sini?"

Wanita tua itu langsung tertawa, dia menjawab: "aku adalah chairman Kitadara Finance Group, nenek dari Ravindra, nama kamu siapa?"

"Isabel, nama aku Isabel." Isabel langsung menjawab: "ibu chairman???? aku, aku tidak sengaja???? aku benar-benar tidak tahu???? aku, aku akan kembali ke kantor bekerja dengan baik, tolong ibu chairman jangan pecat aku! Aku tidak akan berbuat salah lagi!"

Nenek Kitadara mengacungkan jari telunjuknya, meminta Isabel tidak bicara lagi.

Isabel melihat Nenek Kitadara dengan bingung, tidak tahu maksud dia.

"Kamu istirahat dengan baik, tenang saja, ada aku di sini, tidak ada orang di kantor yang berani memecat kamu!" Nenek Kitadara melihat muka Isabel, matanya sangat puas: "asal kamu melahirkan anak keluarga Kitadara ini dengan lancar, aku tidak akan memperlakukan kamu dengan tidak adil."

Setelah selesai bicara, Nenek Kitadara langsung pergi.

Meninggalkan Isabel di sana yang melamun kebingungan.

Melahirkan anak ini? Anak dari mana?