Bab 5 Bisa-Bisanya hamil

Lalu mereka yang tadinya berisik pun langsung terdiam, secara otomatis mereka membuka jalan dan berdiri 2 baris.

Isabel juga merasakan aura yang sangat kuat sedang datang, dia memutar badannya ingin melihat orang yang membawa aura kuat ini seperti apa.

Tapi tiba-tiba matanya menjadi gelap, kepalanya pusing, dokumen di tangannya terjatuh semua ke lantai, seluruh badannya terjatuh ke depan.

Semua orang melihat kejadian ini dengan tidak percaya, di pikiran mereka sekarang hanya ada satu suara: Isabel kali ini habis!

Bisa-bisanya menabrak pak direktur di tempat umum, tunggu dipecat saja!

Ravindra sedang berjalan ke arah ruang rapat, tiba-tiba dia melihat seorang wanita yang berjalan keluar dari kerumunan orang dengan membawa setumpuk dokumen, semua dokumennya berserakan di lantai, dan terjatuh ke arahnya.

Dia ingin menghindarinya secara reflek, tapi saat dia melihat muka wanita itu, tanpa sadar dia maju dan memeluk wanita itu.

Semua orang terkejut!

Astaga, pak direktur memeluk dia?

Semua orang tahu pak direktur mereka itu tidak pernah dekat dengan wanita! Dulu di dalam kantor ada beberapa wanita yang mendekati pak direktur dengan mengandalkan kecantikannya, semuanya mendapatkan hukuman yang serius, tidak ada seorangpun yang berhasil kabur!

Sampai sekarang tidak ada satu orang pun yang berhasil mendekati pak direktur!

Hari ini bisa-bisanya pak direktur memeluk seorang karyawan kecil?

Sebelum Isabel terjatuh ke depan, dia secara samar melihat satu wajah pria.

Aneh, muka itu kenapa sangat mirip dengan pria yang ditemuinya 1 bulan lalu????

Lalu dia langsung terjatuh ke depan.

Ravindra menundukkan kepalanya, wanita yang masuk ke pelukannya itu sudah pingsan.

Dia mengerutkan alisnya, di bawah tatapan semua karyawan yang sudah siap menerima amarah dari pak direktur, Ravindra mengangkat dia dan diberikan ke asisten di belakangnya: "karena dia juga karyawan kantor, maka antar ke rumah sakit saja!"

Asisten itu dengan cepat mengangkat Isabel yang sudah pingsan lalu dibawanya pergi.

Ravindra melihat dokumen yang berserakan di lantai, alisnya mengerut, terlihat mau marah. Beberapa orang langsung mengambil semua dokumen yang berserakan di lantai dan memberikan dia jalan, setelah itu Ravindra pergi.

Setelah Ravindra pergi, para karyawan tercengang.

"Pak direktur???? dia bukannya tidak suka karyawan wanita mendekati dia?" satu karyawan wanita tiadk tahan untuk berkata: "kenapa Isabel tidak dipecat?"

"Aku sepertinya sedikit iri dengan Isabel." satu karyawan wanita lainnya terpikat melihat bayangan Ravindra.

Setelah dokter selesai memeriksa Isabel, dia berkata dengan asisten yang mengantar Isabel: "Selamat, kamu akan jadi papa!"

Asisten terkejut, setelah sekian lama dia baru tersadar!

Karyawan wanita ini hamil?

Pak direktur tiba-tiba aneh memberikan wanita ini kepadanya, jangan-jangan wanita ini sebenarnya milik pak direktur? Ternyata orientasi seksual pak direktur normal, dia tidak perlu khawatir lagi dengan dirinya.

Di saat asisten itu memikirkan dirinya aman, hati gosip dia juga membara!

Dia tidak mau menundanya lagi, dia langsung memberitahu berita baik ini kepada pak direktur!

Dan di saat ini, Ravindra sedang rapat dengan perusahaan Korea, kalau bisnis ini berhasil, maka 1% ekonomi Korea akan dikontrol oleh Kitadara Finance Group!

"Pemimpin kita adalah orang yang sangat mengutamakan keluarga, dia bilang, orang yang menghargai keluarga adalah orang yang bisa bekerja sama dengan lama. Pak Ravindra muda dan menjanjikan seperti ini, penampilannya juga bagus, bisnis besar seperti ini, pasti juga orang yang sangat mengutamakan keluarga kan?" ucap perwakilan Korea kepada Ravindra.

"Tentu saja." Ravindra membalas dengan tersenyum: "aku tentu saja sangat mengutamakan keluarga, pengajaran di keluargaku sangat ketat."

Di saat ini, pesan dari asisten datang, Ravindra langsung berkata dengan maaf: "maaf, aku terima pesan yang penting ini dulu."

Perwakilan dari Korea itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Dia langsung membuka pesan dari asistennya: pak direktur, wanita yang pingsan tadi setelah diperiksa, sudah dipastikan dia hamil.

Saat melihat pesan ini, muka Ravindra tiba-tiba berubah!

Bagaimana bisa?

Benar juga, hari itu sepertinya tidak memakai pengaman apa-apa, dan setelah hari itu juga tidak pernah bertemu lagi, tidak tahu apakah dia sudah makan obat untuk menghindari hamil???? tapi sekarang bisa dilihat sepertinya tidak.

Muka Ravindra sudah menjadi sangat pucat!

Di saat ini perwakilan dari Korea merasakan sesuatu, dia bertanya: "ada masalah apa?"

Ravindra langsung menjawab: "ah, tidak apa! Hanya beberapa hal yang tidak penting."

Perwakilan dari Korea baru berkata dengan tenang: "pemimpin kita tidak lama lagi akan mengunjungi negara dan menandatangani beberapa dokumen dengan pak Ravindra. Sebagai perwakilan, aku sangat puas dan tenang dengan kemampuan dari Kitadara Finance Group."

Ravindra menahan rasa marah di hatinya dan berkata kepada perwakilan Korea: "aku juga! Aku sangat merasa terhormat bisa bekerja sama dengan anda, dan juga aku sangat percaya kita bisa bekerja sama dengan baik!"

Dengan senang perwakilan Korea itu berdiri, dan bersalaman dengan Ravindra berkata: "pak pemimpin nanti akan datang bersama dengan istrinya, di saat itu aku harap pak Ravindra juga bawa istrinya bersama."